Layaknya secercah cahaya yang mengintip
di sebuah ruang sempit
memaksa masuk di celah yang ada
datang
berdansa
berkembang
menghantui
menguasai relung pikir ku
sampai waktunya datang
untuk pergi
Sunday, July 20, 2014
Monday, June 23, 2014
Siapa?
kita itu
seperti dilekang waktu
dihujam cibiran
dihadiahi ombak
dalam ramainya samudra
kita itu
layaknya celah
dalam ruang gelap
yang ada
dan tiada
kita itu
ketenangan dalam kebohongan
emosi dalam kejujuran
gairah dalam kehampaan
kita itu
siapa?
seperti dilekang waktu
dihujam cibiran
dihadiahi ombak
dalam ramainya samudra
kita itu
layaknya celah
dalam ruang gelap
yang ada
dan tiada
kita itu
ketenangan dalam kebohongan
emosi dalam kejujuran
gairah dalam kehampaan
kita itu
siapa?
Saturday, June 21, 2014
Satu
Satu adalah satu.
Satu tidak butuh dua.
Satu tidak butuh tiga.
Satu adalah satu.
Satu tetap satu.
Tanpa dua
dan tanpa tiga.
Satu tetap satu.
Tapi satu butuh dua
dan satu butuh tiga
agar satu
tidak terus terjebak menjadi satu.
Friday, June 20, 2014
Fajar Gila
A K U
Ya, aku.
Aku, aku, dan aku.
Ini tempat aku egois.
Tamak.
Ini tempatku.
Tempatku hadir dibawah bayangan.
Meneriakkan sepi di antara ruang hampa.
Dibutakan gejolak, dibumbui angan.
Meraung tanpa arah.
Ini tempatku.
Pergi dari sini, kamu.
Ya, aku.
Aku, aku, dan aku.
Ini tempat aku egois.
Tamak.
Ini tempatku.
Tempatku hadir dibawah bayangan.
Meneriakkan sepi di antara ruang hampa.
Dibutakan gejolak, dibumbui angan.
Meraung tanpa arah.
Ini tempatku.
Pergi dari sini, kamu.
Subscribe to:
Posts (Atom)