kekosongan
yang terlihat dari lekuk matamu
membuatku merasa
gundah
pandanganmu yang halus
lembut
namun tajam
seakan-akan meminta izin masuk
untuk menikam
hampanya kalbuku
mungkin itu yang menyatukan kita
bagaimana kita ada namun tidak merasa
bagaimana senyum yang kita torehkan
memiliki setitik rasa fana
bagaimana kita hidup dalam
ruang kedap udara
aku tidak bisa lagi bedakan
kenyataan dan imajinasi belaka
harapan yang mulai sirna
hubungan yang tidak tertera
rasa yang bersembunyi di angkasa
aku tidak bisa lagi bedakan
tertawamu tertawaku
celoteh angan yang mewarnai
hitam putih masa lalu
dalam senyapnya nyaman
tanpa beban
tanpa kewajiban
hanya aku
kamu
dan cahaya bulan
mungkin itu yang menyatukan kita
mungkin itu yang memisahkan kita