Sunday, January 31, 2016

Pilihan

Mereka bilang hidup ini adalah pilihan
sejelas hitam dan putih

lalu bagaimana dengan hidup
dibawah bayang abu?

ketika tawa melahirkan kesedihan
dan kebahagiaan menjadi suatu ilusi yang fana

ketika matahari datang berdampingan awan
dan kehangatan hadir dalam musim hujan

ketika perbedaan menyatukan asa
dan memisahkan raga

persetan dengan pilihan.

Monday, January 18, 2016

Mengudara

Ku ingin melayang
terbebas
dan lepas

menemani awan
oh awan
yang terjebak
statis tidak bergerak

kusapa awan
dengan senyuman
termanis yang bisa kubuat
dalam kondisiku yang begitu
terjerat penat

masihlah kuingat balasanmu
wahai kawan
raut kelabumu yang tersirat
dari berontak gerakmu
dalam kediaman yang bising
yang berat
yang menyadarkanku
dari keluh kesahku

oh kawan
sungguh kita adalah satu
entitas yang dikendalikan
tangan-tangan tak berwujud
ingin lepas
ingin bebas
ingin hempas
dalam cantiknya
senja

Gundah

kekosongan
yang terlihat dari lekuk matamu
membuatku merasa
gundah 

pandanganmu yang halus
lembut
namun tajam
seakan-akan meminta izin masuk
untuk menikam 
hampanya kalbuku

mungkin itu yang menyatukan kita
bagaimana kita ada namun tidak merasa
bagaimana senyum yang kita torehkan
memiliki setitik rasa fana
bagaimana kita hidup dalam
ruang kedap udara

aku tidak bisa lagi bedakan
kenyataan dan imajinasi belaka
harapan yang mulai sirna
hubungan yang tidak tertera
rasa yang bersembunyi di angkasa

aku tidak bisa lagi bedakan
tertawamu tertawaku
celoteh angan yang mewarnai
hitam putih masa lalu
dalam senyapnya nyaman
tanpa beban
tanpa kewajiban
hanya aku
kamu
dan cahaya bulan

mungkin itu yang menyatukan kita
mungkin itu yang memisahkan kita

Saturday, January 2, 2016

Waktu

Terus berputar
bergerak
dalam iringan tetap
yang tegap
tanpa sedikitpun
menoleh ke belakang

tolong
lihat aku
disini
tenggelam
terjatuh
mencoba mencolek bahumu
menyamai langkahmu
melebur dengan iringanmu

indahkan aku
wahai waktu