yang menyeret tangan-tangan waktu
dalam gerak gemulai yang membiusku tak bergeming
kembali ku temukan ketenangan dalam bisunya malam
dengan pundaknya yang selalu tersedia
untuk ku bersandar dari letihnya mengejar mentari
kembali ku temukan diriku
menyatu padu dengan alunan lagu
yang menggiringku masuk ke dunia itu
antara realita dan imaji bayang mimpi
antara perandaian dan penyesalan
antara kini dan nanti
namun akhirnya yang kulihat hanyalah punggung malam
perlahan bergerak tanpa menepi
mengembalikan singgasana yang dia curi dari pagi
selamat kembali, mentari.
menyatu padu dengan alunan lagu
yang menggiringku masuk ke dunia itu
antara realita dan imaji bayang mimpi
antara perandaian dan penyesalan
antara kini dan nanti
namun akhirnya yang kulihat hanyalah punggung malam
perlahan bergerak tanpa menepi
mengembalikan singgasana yang dia curi dari pagi
selamat kembali, mentari.