Wednesday, October 5, 2016

Senandung

Dan ku melagu
pada soneta terakhir kita
yang penuh nada
namun tak seirama
ditutup rasa penuh asa
di persimpangan fajarmu
         
        dan senjaku.

Sunday, July 31, 2016

Diinginkan, diangankan

Terjebak dalam rentetan tarian waktu
yang bergoyang penuh senyuman
menarikku masuk dan ikut berdendang
dalam alunan hidup yang begitu memabukkan

terbuai aku dalam indahnya semu
begitu cantik dan menipu
menjanjikan ketenangan dibalut rasa aman
yang tak bertahan dilawan tangan-tangan penuh harapan

kuingin berhenti berlari
dan denganmu kembali
menilik angan penuh pertanyaan
berdesis pada akan dan kapan

tapi yang kumau hanyalah rasa yang hilang
pada malam penuh bintang
ketika langit turut bersulang
dalam rayuan yang beriringan

menjebakku dan memaksaku tenggelam
kembali masuk ke formasi tarian
menunggu waktu pulang.

Saturday, May 14, 2016

Runyam

Runyam aku dibuatnya
mengukir garis lengkung di rupa
dengan pisau bermata dua

hilang kuasaku akan tenang
dalam kepekatan hitam
yang meraja
melela
merampas hakikat waktu

benakku meringis
apakah ini balasan atas aku yang lepas dari tuanku
aku yang berhenti dalam persinggahan itu
terusir dari singgasana yang mulia
bernodakan kebebasan dan pertanyaan

tertatih aku mencari damai
dalam kemegahan yang ditawarkan langit
keanggunan yang ditunjukkan bulan
dan kemalut yang meliputi malam

dihimpit rasa
dipecundangi aksara

runyam aku dibuatmu.

Friday, March 18, 2016

Luruh

Karena akan ada masanya
ketika luapan rasa tak lagi
dapat kau bendung

terbukalah
kotak pandora
dengan segala isinya

maka luruhkanlah
segala rasa
dengan warna
yang tak bermakna
sampai hilang
lebur
menjadi putih
bersih

.
.

dan kemudian
berbahagialah,
sahabatku.

Sunday, February 7, 2016

Jeda

Betapa pentingnya hidup koma

memberikan jarak tanpa memisahkan
memberikan tempat bernafas dengan perhatian
memberikan kejelasan dalam kumpulan aksara

betapa aku membutuhkan koma
betapa aku membutuhkan jeda.

Sunday, January 31, 2016

Pilihan

Mereka bilang hidup ini adalah pilihan
sejelas hitam dan putih

lalu bagaimana dengan hidup
dibawah bayang abu?

ketika tawa melahirkan kesedihan
dan kebahagiaan menjadi suatu ilusi yang fana

ketika matahari datang berdampingan awan
dan kehangatan hadir dalam musim hujan

ketika perbedaan menyatukan asa
dan memisahkan raga

persetan dengan pilihan.

Monday, January 18, 2016

Mengudara

Ku ingin melayang
terbebas
dan lepas

menemani awan
oh awan
yang terjebak
statis tidak bergerak

kusapa awan
dengan senyuman
termanis yang bisa kubuat
dalam kondisiku yang begitu
terjerat penat

masihlah kuingat balasanmu
wahai kawan
raut kelabumu yang tersirat
dari berontak gerakmu
dalam kediaman yang bising
yang berat
yang menyadarkanku
dari keluh kesahku

oh kawan
sungguh kita adalah satu
entitas yang dikendalikan
tangan-tangan tak berwujud
ingin lepas
ingin bebas
ingin hempas
dalam cantiknya
senja

Gundah

kekosongan
yang terlihat dari lekuk matamu
membuatku merasa
gundah 

pandanganmu yang halus
lembut
namun tajam
seakan-akan meminta izin masuk
untuk menikam 
hampanya kalbuku

mungkin itu yang menyatukan kita
bagaimana kita ada namun tidak merasa
bagaimana senyum yang kita torehkan
memiliki setitik rasa fana
bagaimana kita hidup dalam
ruang kedap udara

aku tidak bisa lagi bedakan
kenyataan dan imajinasi belaka
harapan yang mulai sirna
hubungan yang tidak tertera
rasa yang bersembunyi di angkasa

aku tidak bisa lagi bedakan
tertawamu tertawaku
celoteh angan yang mewarnai
hitam putih masa lalu
dalam senyapnya nyaman
tanpa beban
tanpa kewajiban
hanya aku
kamu
dan cahaya bulan

mungkin itu yang menyatukan kita
mungkin itu yang memisahkan kita

Saturday, January 2, 2016

Waktu

Terus berputar
bergerak
dalam iringan tetap
yang tegap
tanpa sedikitpun
menoleh ke belakang

tolong
lihat aku
disini
tenggelam
terjatuh
mencoba mencolek bahumu
menyamai langkahmu
melebur dengan iringanmu

indahkan aku
wahai waktu