Kuakhiri tahun ini dengan sebuah perjumpaan
dengan teman lama yang hilang di suatu pekan
layaknya apa yang dijanjikan dalam kitab keagamaan
pembebasan akan datang di akhir zaman
maka datanglah dia sang kawan yang kunantikan
menandakan lepasnya aku dari era kegelapan
tidaklah datang dia dalam wujud raga
melainkan seberkas rasa yang menyeruak di dada
rasa yang dahulu selalu mengiringi setiap langkah
rasa yang dahulu menjadi tombak dalam pengambilan arah
rasa yang menjadikanku utuh sepenuhnya
rasa yang kusebut dengan "kuasa".
Monday, December 11, 2017
Monday, July 10, 2017
Bulan dan Bintang
Dibawah bulan dan bintang kulihat dia
dengan langkah yang disambut keteguhan
dan gapaian yang beralaskan impian
dibungkus mata yang memancarkan senyuman
dibawah bulan dan bintang kuperhatikan dia
mulai menyeret geraknya secara paksa
diselimuti apa dan mengapa
terpaku pada potret ambisi yang fana
dibawah bulan dan bintang kusadari dia
tertegun di sebuah persimpangan
tak ingin berada disana
namun tak kuasa menghadapi pilihan
dengan bulan dan bintang kupanjatkan baginya pengharapan
untuk langkah yang disambut keteguhan
dan gapaian yang beralaskan impian
dibungkus mata yang memancarkan senyuman
karena dia adalah sebuah lukisan akan kebahagiaan
dengan corak warna yang membawa kehangatan
karena dia adalah bentuk nyata ketulusan
yang bernafaskan kasih sayang
karena dia adalah jawaban Tuhan yang tak kusangka
akan apa itu arti kata teman
temukan jalanmu kawan.
Saturday, May 27, 2017
Menuju Pagi
Kembali ku berkawan dengan sinar bulan dan gemerlap bintang
yang menyeret tangan-tangan waktu
dalam gerak gemulai yang membiusku tak bergeming
kembali ku temukan ketenangan dalam bisunya malam
dengan pundaknya yang selalu tersedia
untuk ku bersandar dari letihnya mengejar mentari
kembali ku temukan diriku
menyatu padu dengan alunan lagu
yang menggiringku masuk ke dunia itu
antara realita dan imaji bayang mimpi
antara perandaian dan penyesalan
antara kini dan nanti
namun akhirnya yang kulihat hanyalah punggung malam
perlahan bergerak tanpa menepi
mengembalikan singgasana yang dia curi dari pagi
selamat kembali, mentari.
menyatu padu dengan alunan lagu
yang menggiringku masuk ke dunia itu
antara realita dan imaji bayang mimpi
antara perandaian dan penyesalan
antara kini dan nanti
namun akhirnya yang kulihat hanyalah punggung malam
perlahan bergerak tanpa menepi
mengembalikan singgasana yang dia curi dari pagi
selamat kembali, mentari.
Subscribe to:
Posts (Atom)