Sunday, July 1, 2018

Pertanyaan untuk Tuhan

Dalam garis hidup ini kutemui banyak titik pertemuan
beberapa diakhiri tangisan dan beberapa diakhiri senyuman
namun semuanya mengajarkanku sebuah pelajaran
bahwa hidup adalah kumpulan pertanyaan tanpa jawaban

apabila suatu saat aku bertemu Tuhan
inginku bertanya padaNya, apa itu arti kata cinta?
apakah cinta itu rasa membara untuk memiliki?
apakah cinta itu rasa mengayun-ayun untuk menyentuh?
apakah cinta itu fenomena luar biasa yang hanya datang sekali seumur hidup?
apakah cinta itu dipupuk dari hal-hal kecil tak bermakna?
apakah cinta itu boleh kita tebarkan ke sesama dengan menutup mata?

salahkah aku untuk terus memberikan cinta pada mereka yang singgah di lembaran hidupku?
salahkah aku untuk percaya bahwa tak ada orang yang tak pantas mendapatkan cinta?
bahwa cinta adalah hak dan bukan kehormatan?

orang bilang aku ini anak kecil ingusan 
naif, lugu, mudah diperdaya
orang bilang tidak semua orang pantas diberikan kebaikan
jangan buang waktu memperbaiki orang gila

namun bagaimana kalian mengharapkan orang yang tidak pernah merasakan cinta
untuk memberikan cinta?
bagaimana kalian mengharapkan orang yang tumbuh besar dengan penderitaan
untuk mengerti arti kata kebahagiaan?

sebut aku naif
sebut aku lugu

karena dalam setiap hal tak berotak beralaskan cinta yang aku lakukan 
hanya satu yang ada dalam pikiran
dalam dunia yang begitu akrab dengan kerusakan dan ketidakadilan, bukankah setetes ketulusan dan kejujuran menjadi oasis yang dibutuhkan?


Monday, December 11, 2017

Kuasa

Kuakhiri tahun ini dengan sebuah perjumpaan
dengan teman lama yang hilang di suatu pekan

layaknya apa yang dijanjikan dalam kitab keagamaan
pembebasan akan datang di akhir zaman

maka datanglah dia sang kawan yang kunantikan
menandakan lepasnya aku dari era kegelapan

tidaklah datang dia dalam wujud raga
melainkan seberkas rasa yang menyeruak di dada

rasa yang dahulu selalu mengiringi setiap langkah
rasa yang dahulu menjadi tombak dalam pengambilan arah

rasa yang menjadikanku utuh sepenuhnya
rasa yang kusebut dengan "kuasa".

Monday, July 10, 2017

Bulan dan Bintang

Dibawah bulan dan bintang kulihat dia
dengan langkah yang disambut keteguhan
dan gapaian yang beralaskan impian
dibungkus mata yang memancarkan senyuman

dibawah bulan dan bintang kuperhatikan dia
mulai menyeret geraknya secara paksa
diselimuti apa dan mengapa
terpaku pada potret ambisi yang fana

dibawah bulan dan bintang kusadari dia
tertegun di sebuah persimpangan
tak ingin berada disana 
namun tak kuasa menghadapi pilihan

dengan bulan dan bintang kupanjatkan baginya pengharapan
untuk langkah yang disambut keteguhan
dan gapaian yang beralaskan impian
dibungkus mata yang memancarkan senyuman

karena dia adalah sebuah lukisan akan kebahagiaan
dengan corak warna yang membawa kehangatan

karena dia adalah bentuk nyata ketulusan
yang bernafaskan kasih sayang

karena dia adalah jawaban Tuhan yang tak kusangka
akan apa itu arti kata teman


temukan jalanmu kawan.


Saturday, May 27, 2017

Menuju Pagi

Kembali ku berkawan dengan sinar bulan dan gemerlap bintang
yang menyeret tangan-tangan waktu
dalam gerak gemulai yang membiusku tak bergeming

kembali ku temukan ketenangan dalam bisunya malam
dengan pundaknya yang selalu tersedia
untuk ku bersandar dari letihnya mengejar mentari

kembali ku temukan diriku
menyatu padu dengan alunan lagu
yang menggiringku masuk ke dunia itu

antara realita dan imaji bayang mimpi
antara perandaian dan penyesalan
antara kini dan nanti

namun akhirnya yang kulihat hanyalah punggung malam
perlahan bergerak tanpa menepi
mengembalikan singgasana yang dia curi dari pagi

selamat kembali, mentari.

Wednesday, October 5, 2016

Senandung

Dan ku melagu
pada soneta terakhir kita
yang penuh nada
namun tak seirama
ditutup rasa penuh asa
di persimpangan fajarmu
         
        dan senjaku.

Sunday, July 31, 2016

Diinginkan, diangankan

Terjebak dalam rentetan tarian waktu
yang bergoyang penuh senyuman
menarikku masuk dan ikut berdendang
dalam alunan hidup yang begitu memabukkan

terbuai aku dalam indahnya semu
begitu cantik dan menipu
menjanjikan ketenangan dibalut rasa aman
yang tak bertahan dilawan tangan-tangan penuh harapan

kuingin berhenti berlari
dan denganmu kembali
menilik angan penuh pertanyaan
berdesis pada akan dan kapan

tapi yang kumau hanyalah rasa yang hilang
pada malam penuh bintang
ketika langit turut bersulang
dalam rayuan yang beriringan

menjebakku dan memaksaku tenggelam
kembali masuk ke formasi tarian
menunggu waktu pulang.

Saturday, May 14, 2016

Runyam

Runyam aku dibuatnya
mengukir garis lengkung di rupa
dengan pisau bermata dua

hilang kuasaku akan tenang
dalam kepekatan hitam
yang meraja
melela
merampas hakikat waktu

benakku meringis
apakah ini balasan atas aku yang lepas dari tuanku
aku yang berhenti dalam persinggahan itu
terusir dari singgasana yang mulia
bernodakan kebebasan dan pertanyaan

tertatih aku mencari damai
dalam kemegahan yang ditawarkan langit
keanggunan yang ditunjukkan bulan
dan kemalut yang meliputi malam

dihimpit rasa
dipecundangi aksara

runyam aku dibuatmu.