Ku ingin melayang
terbebas
dan lepas
menemani awan
oh awan
yang terjebak
statis tidak bergerak
kusapa awan
dengan senyuman
termanis yang bisa kubuat
dalam kondisiku yang begitu
terjerat penat
masihlah kuingat balasanmu
wahai kawan
raut kelabumu yang tersirat
dari berontak gerakmu
dalam kediaman yang bising
yang berat
yang menyadarkanku
dari keluh kesahku
oh kawan
sungguh kita adalah satu
entitas yang dikendalikan
tangan-tangan tak berwujud
ingin lepas
ingin bebas
ingin hempas
dalam cantiknya
senja
Monday, January 18, 2016
Gundah
kekosongan
yang terlihat dari lekuk matamu
membuatku merasa
gundah
pandanganmu yang halus
lembut
namun tajam
seakan-akan meminta izin masuk
untuk menikam
hampanya kalbuku
mungkin itu yang menyatukan kita
bagaimana kita ada namun tidak merasa
bagaimana senyum yang kita torehkan
memiliki setitik rasa fana
bagaimana kita hidup dalam
ruang kedap udara
aku tidak bisa lagi bedakan
kenyataan dan imajinasi belaka
harapan yang mulai sirna
hubungan yang tidak tertera
rasa yang bersembunyi di angkasa
aku tidak bisa lagi bedakan
tertawamu tertawaku
celoteh angan yang mewarnai
hitam putih masa lalu
dalam senyapnya nyaman
tanpa beban
tanpa kewajiban
hanya aku
kamu
dan cahaya bulan
mungkin itu yang menyatukan kita
mungkin itu yang memisahkan kita
Saturday, January 2, 2016
Waktu
Terus berputar
bergerak
dalam iringan tetap
yang tegap
tanpa sedikitpun
menoleh ke belakang
tolong
lihat aku
disini
tenggelam
terjatuh
mencoba mencolek bahumu
menyamai langkahmu
melebur dengan iringanmu
indahkan aku
wahai waktu
bergerak
dalam iringan tetap
yang tegap
tanpa sedikitpun
menoleh ke belakang
tolong
lihat aku
disini
tenggelam
terjatuh
mencoba mencolek bahumu
menyamai langkahmu
melebur dengan iringanmu
indahkan aku
wahai waktu
Friday, November 27, 2015
2 dan 3
karena aku akan selalu kembali
pada angka 2 dan 3
dengan nafas yang seirama
terputus
terjerat
dalam untaian kata
yang kita muntahkan
curahkan
lirihkan
di kebisuan malam
dan aku akan selalu kembali
pada angka 2 dan 3
yang membuat kamu dan aku
bergerak beriringan
bersamaan
dalam satu jeritan
yang melarutkan warna
hitam putih biru
menjadi satu kehampaan semesta
persetan angka 2 dan 3
yang membuat aku dan kamu
menghilangkan kita.
pada angka 2 dan 3
dengan nafas yang seirama
terputus
terjerat
dalam untaian kata
yang kita muntahkan
curahkan
lirihkan
di kebisuan malam
dan aku akan selalu kembali
pada angka 2 dan 3
yang membuat kamu dan aku
bergerak beriringan
bersamaan
dalam satu jeritan
yang melarutkan warna
hitam putih biru
menjadi satu kehampaan semesta
persetan angka 2 dan 3
yang membuat aku dan kamu
menghilangkan kita.
Thursday, November 19, 2015
Bayang
Hitam pekat
Meyeluruh
Tapi rapuh
Kosong
Seperti ruang hampa
yang meraung
hingga lelah
hingga menyerah
dan lalu
dengan perlahan
bersembunyi
redup
.
.
hilang
Berantakan
Satu hal yang aku pahami tentang cinta,
yaitu
aku
tidak
paham.
Adakah guna
melirihkan hidup
dalam gaung agung cinta
yang fana
Adakah maksud
membiarkan diri terlena
dari kejamnya rasa
Bisakah aku lari
pergi
bersembunyi
hilang
lebur
.
.
.
Aku ingin pergi
Bolehkah aku pergi?
Relakan aku pergi
yaitu
aku
tidak
paham.
Adakah guna
melirihkan hidup
dalam gaung agung cinta
yang fana
Adakah maksud
membiarkan diri terlena
dari kejamnya rasa
Bisakah aku lari
pergi
bersembunyi
hilang
lebur
.
.
.
Aku ingin pergi
Bolehkah aku pergi?
Relakan aku pergi
Sunday, July 20, 2014
Dansamu
Layaknya secercah cahaya yang mengintip
di sebuah ruang sempit
memaksa masuk di celah yang ada
datang
berdansa
berkembang
menghantui
menguasai relung pikir ku
sampai waktunya datang
untuk pergi
di sebuah ruang sempit
memaksa masuk di celah yang ada
datang
berdansa
berkembang
menghantui
menguasai relung pikir ku
sampai waktunya datang
untuk pergi
Subscribe to:
Posts (Atom)