Friday, November 27, 2015

2 dan 3

karena aku akan selalu kembali
pada angka 2 dan 3

dengan nafas yang seirama
terputus
terjerat
dalam untaian kata
yang kita muntahkan
curahkan
lirihkan
di kebisuan malam

dan aku akan selalu kembali
pada angka 2 dan 3

yang membuat kamu dan aku
bergerak beriringan
bersamaan
dalam satu jeritan
yang melarutkan warna
hitam putih biru
menjadi satu kehampaan semesta

persetan angka 2 dan 3
yang membuat aku dan kamu
menghilangkan kita.

Thursday, November 19, 2015

Bayang

Hitam pekat
Meyeluruh
Tapi rapuh
Kosong

Seperti ruang hampa
yang meraung
hingga lelah
hingga menyerah
dan lalu
dengan perlahan
bersembunyi
redup

.
.

hilang

Berantakan

Satu hal yang aku pahami tentang cinta,
yaitu
aku
tidak
paham.

Adakah guna
melirihkan hidup
dalam gaung agung cinta
yang fana

Adakah maksud
membiarkan diri terlena
dari kejamnya rasa

Bisakah aku lari
pergi
bersembunyi
hilang
lebur
.
.
.

Aku ingin pergi
Bolehkah aku pergi?

Relakan aku pergi

Sunday, July 20, 2014

Dansamu

Layaknya secercah cahaya yang mengintip
di sebuah ruang sempit
memaksa masuk di celah yang ada
datang
berdansa
berkembang
menghantui
menguasai relung pikir ku

sampai waktunya datang
untuk pergi

Monday, June 23, 2014

Siapa?

kita itu
seperti dilekang waktu
dihujam cibiran
dihadiahi ombak
dalam ramainya samudra

kita itu
layaknya celah
dalam ruang gelap
yang ada
dan tiada

kita itu
ketenangan dalam kebohongan
emosi dalam kejujuran
gairah dalam kehampaan

kita itu
siapa?

Saturday, June 21, 2014

Satu

Satu adalah satu.
Satu tidak butuh dua.
Satu tidak butuh tiga.
Satu adalah satu.

Satu tetap satu.
Tanpa dua
dan tanpa tiga.
Satu tetap satu.

Tapi satu butuh dua
dan satu butuh tiga
agar satu
tidak terus terjebak menjadi satu.

Friday, June 20, 2014

Fajar Gila

A K U

Ya, aku.
Aku, aku, dan aku.

Ini tempat aku egois.
Tamak.

Ini tempatku.

Tempatku hadir dibawah bayangan.
Meneriakkan sepi di antara ruang hampa.
Dibutakan gejolak, dibumbui angan.
Meraung tanpa arah.

Ini tempatku.
Pergi dari sini, kamu.