Monday, July 10, 2017

Bulan dan Bintang

Dibawah bulan dan bintang kulihat dia
dengan langkah yang disambut keteguhan
dan gapaian yang beralaskan impian
dibungkus mata yang memancarkan senyuman

dibawah bulan dan bintang kuperhatikan dia
mulai menyeret geraknya secara paksa
diselimuti apa dan mengapa
terpaku pada potret ambisi yang fana

dibawah bulan dan bintang kusadari dia
tertegun di sebuah persimpangan
tak ingin berada disana 
namun tak kuasa menghadapi pilihan

dengan bulan dan bintang kupanjatkan baginya pengharapan
untuk langkah yang disambut keteguhan
dan gapaian yang beralaskan impian
dibungkus mata yang memancarkan senyuman

karena dia adalah sebuah lukisan akan kebahagiaan
dengan corak warna yang membawa kehangatan

karena dia adalah bentuk nyata ketulusan
yang bernafaskan kasih sayang

karena dia adalah jawaban Tuhan yang tak kusangka
akan apa itu arti kata teman


temukan jalanmu kawan.


Saturday, May 27, 2017

Menuju Pagi

Kembali ku berkawan dengan sinar bulan dan gemerlap bintang
yang menyeret tangan-tangan waktu
dalam gerak gemulai yang membiusku tak bergeming

kembali ku temukan ketenangan dalam bisunya malam
dengan pundaknya yang selalu tersedia
untuk ku bersandar dari letihnya mengejar mentari

kembali ku temukan diriku
menyatu padu dengan alunan lagu
yang menggiringku masuk ke dunia itu

antara realita dan imaji bayang mimpi
antara perandaian dan penyesalan
antara kini dan nanti

namun akhirnya yang kulihat hanyalah punggung malam
perlahan bergerak tanpa menepi
mengembalikan singgasana yang dia curi dari pagi

selamat kembali, mentari.

Wednesday, October 5, 2016

Senandung

Dan ku melagu
pada soneta terakhir kita
yang penuh nada
namun tak seirama
ditutup rasa penuh asa
di persimpangan fajarmu
         
        dan senjaku.

Sunday, July 31, 2016

Diinginkan, diangankan

Terjebak dalam rentetan tarian waktu
yang bergoyang penuh senyuman
menarikku masuk dan ikut berdendang
dalam alunan hidup yang begitu memabukkan

terbuai aku dalam indahnya semu
begitu cantik dan menipu
menjanjikan ketenangan dibalut rasa aman
yang tak bertahan dilawan tangan-tangan penuh harapan

kuingin berhenti berlari
dan denganmu kembali
menilik angan penuh pertanyaan
berdesis pada akan dan kapan

tapi yang kumau hanyalah rasa yang hilang
pada malam penuh bintang
ketika langit turut bersulang
dalam rayuan yang beriringan

menjebakku dan memaksaku tenggelam
kembali masuk ke formasi tarian
menunggu waktu pulang.

Saturday, May 14, 2016

Runyam

Runyam aku dibuatnya
mengukir garis lengkung di rupa
dengan pisau bermata dua

hilang kuasaku akan tenang
dalam kepekatan hitam
yang meraja
melela
merampas hakikat waktu

benakku meringis
apakah ini balasan atas aku yang lepas dari tuanku
aku yang berhenti dalam persinggahan itu
terusir dari singgasana yang mulia
bernodakan kebebasan dan pertanyaan

tertatih aku mencari damai
dalam kemegahan yang ditawarkan langit
keanggunan yang ditunjukkan bulan
dan kemalut yang meliputi malam

dihimpit rasa
dipecundangi aksara

runyam aku dibuatmu.

Friday, March 18, 2016

Luruh

Karena akan ada masanya
ketika luapan rasa tak lagi
dapat kau bendung

terbukalah
kotak pandora
dengan segala isinya

maka luruhkanlah
segala rasa
dengan warna
yang tak bermakna
sampai hilang
lebur
menjadi putih
bersih

.
.

dan kemudian
berbahagialah,
sahabatku.

Sunday, February 7, 2016

Jeda

Betapa pentingnya hidup koma

memberikan jarak tanpa memisahkan
memberikan tempat bernafas dengan perhatian
memberikan kejelasan dalam kumpulan aksara

betapa aku membutuhkan koma
betapa aku membutuhkan jeda.